PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN BAGI TEMAN SEJAWAT (MENTORING)

Posted by ahmad siddiq On Kamis, 16 Agustus 2012 0 komentar
Rabu-Kamis, 4-5 Juli 2012 berlangsung kegiatan Pendampingan Bagi Teman Sejawat (Mentoring) yang diselenggarakan oleh Bidang Pengembangan Kepemimpinan Bapelsin XXV GKJ bersama Komisi Pastorpastorum Sinode GKJ. kegiatan acara tersebut dihadiri oleh utusan Klasis-klasis di lingkungan Sinode GKJ tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman sebagai pendamping dan sharing berbagi pengalaman serta pengembangan spiritualitas seorang pendamping.
Sosok Pendeta ideal yang diharapkan tidak tercipta semata-mata sebagai "bawaan" sejak lahir, melainkan karena dibentuk, dilatih dan dibiasakan, yang dilaksanakan dengan sengaja, terencana/terprogram, dengan variabel-variabel dan parameter-parameter tertentu sebagai sarana evaluasinya.

Dalam rangka membentuk sosok pendeta GKJ yang ideal, tentu bisa tumbuh dari diri sndiri,   seorang pendeta membutuhkan orang lain sebagai teman perjalanan untuk memenuhi panggilan sebagai pendeta. Disinilah kita melihat perlunya seorang teman yang akan dapat menjadi teman perjalanan yang melakukan ziarah, yang disebut sebagai mentor.
Seorang mentor tidak bertindak menjadi atasan, sementara bagi sang mentee menjadi bawahan, oleh karenannya seorang mentor juga tidak boleh merasa lebih tahu daripada sang mentee. Seorang mentor diharapkan mampu menjadi teman sejawat yang sedang menjalankan kehidupan selaku pelayan Tuhan. Disinilah sebenarnya terletak hubungan yang sejajar /mitra diantara mentor dan mentee.
Dalam proses pendampingan tersebut, muncullah sikap saling membagikan pengalaman pelayanan, dan nilai-nilai kebajikan yang muncul dalam suasana saling percaya, saling mendukung, menegur, menasehati, dan mengukuhkan/menguatkan. 
Oleh sebab itu agar mampu menjadi mentor yang lebih baik, perlu adanya pembekalan bagi para mentor, agar mampu menjadi rekan sejawab yang baik bagi teman yang lain. Melalui pembekalan tersebut diharapkan pendamping/mentor dapat menjalankan peranannya secara maksimal sehingga dapat membantu para vikaris atau pendeta muda mengembangkan kapasitas, karakter dan  profesi sebagai seorang pendeta.


 Gambar Terkait :

0 komentar:

Poskan Komentar